Breaking News
Loading...
01 March 2009

Tragedi Cinta Para Pahlawan

Sunday, March 01, 2009
Ada sisi lain yang menarik dari pengalaman emosional para pahlawan yang berhubungan dengan perempuan. Kalau kebetulan psikologis dan biologis terhadap perempuan begitu kuat pada para pahlawan, dapatkah kita membayangkan seandainya mereka tidak mendapatkannya ?

Rumah tangga para pahlawan selalu menampilkan, atau bahkan menjelaskan, banyak sisi dari kepribadian para pahlawan. Dari sanalah mereka memperoleh energi untuk bekerja dan berkarya. Tapi jika mereka tidak mendapatkan sumber energi itu, maka kepahlawanan mereka adalah keajaiban diatas keajaiban. Tentulah ada sumber energi lain yang dapat menutupi kekurangan itu, yang dapat menjelaskan kepahlawanan mereka.

Ibnu Qoyyim menceritakan kisah sang imam, Muhammad bin Daud Al-Zhahiri , pendiri Mahzab Zhahiriah. Beberapa saat menjelang wafatnya, seorang kawan menjenguk beliau. Tapi, ternyata sang imam justru mencurahkan isi hatinya, kepada sang kawan, tentang kisah kasihnya yang tak sampai. Ternyata beliau mencintai seorang gadis tetangganya, tapi entah bagaimana, cinta suci dan luhur itu tak pernah bersambung jadi kenyataan. Maka curahan hatinya tumpah ruah dalam bait bait puisi sebelum wafatnya.

Kisah Sayyid Quthub bahkan lebih tragis. Dua kalinya ia jatuh cinta, dua kali pula ia patah hati, kata Dr. Abdul Fattah AL-Khalidi yang menulis tesis master dan disertai doktornya tentang Sayyid Quthub. Gadis pertama berasal dari desanya sendiri, yang kemudian menikah hanya tiga tahun setelah Sayyid Quthub pergi ke kairo untuk belajar. Sayyid menangisi peristiwa itu.

Gadis kedua berasal dari Kairo. Untuk ukuran Mesir, gadis itu tidak termasuk cantik, kata Sayyid. Tapi ada gelombang yang unik yang menyirat dari sorot matanya, katanya menjelaskan pesona sang kekasih. Sambil menangis gadis itu menceritakan bahwa Sayyid orang kedua yang telah hadir dalam hatinya. Pengakuan itu meruntuhkan keangkuhan Sayyid; karena ia memimpikan seseorang yang perawan fisiknya, perawan pula hatinya. Gadis itu hanya perawan fisiknya.

Sayyid Quthub tenggelam dalam penderitaan yang panjang. Akhirnya ia memutuskan hubungannya. Tapi itu membuatnya makin menderita. Ketika ia ingin rujuk, gadis itu justru menolaknya. Ada banyak puisi dalam penderitaannya itu. Ia bahkan membukukan romansa itu dalam sebuah roman.

Kebesaran jiwa, yang lahir dari rasionalitas, realisme dan sangkaan baik kepada Allah, adalah keajaiban yang menciptakan keajaiban. Ketika kehidupan tidak bermurah hati mewujudkan mimpi mereka, mereka menambatkan harapan kepada sumber segala harapan; Allah.

Begitulah Sayyid Quthub menyaksikan mimpinya hancur berkeping keping, sembari berkata," apakah kehidupan memang tak menyediakan gadis impianku, atau perkawinan pada dasarnya tidak sesuai dengan kondisiku ?". Setelah itu ia berlari meraih takdirnya; dipenjara 15 tahun, menulis Fii Dzilalil Qur'an, dan meninggal di tiang gantungan! Sendiri! Hanya sendiri!

Oleh Anis Matta dari Majalah Tarbawi


11 comments:

  1. wah kasian juga yah kisahnya sungguh memilukan hati.........
    wah sungguh cinta yang tak terbalaskan.......

    ReplyDelete
  2. Baru tahu bahwa ternyata ada kisah romantisme getir dalam perjalanan tokoh sekelas Sayid Quthub. Saya jadi merenung ternyata teks-teks sejarah terkadang "menutup" sisi kemanusian para tokohnya, sehingga yang hadir adalah karateristik kaku sang tokoh namun kenyataan riil bahwa ia hanyalah seorang manusia tak tampak secara gamblang...mungkinkah hal tersebut sebagai kontributor utama timbulnya sikap fanatisme indvidu dari pengikutnya dan pengkultusan? (Ini secara umum pada tokoh2 sejarah maksudnya).

    Makasih artikel pendeknya membuka nuansa berfikir saya.

    Pa kabar Ihsan? Wassallam.

    ReplyDelete
  3. wah kisahnya pantas untuk di-film-kan nih :X

    Mungkin judulnya Ayat - Ayat Cinta 2 :))

    ReplyDelete
  4. bener jg ..perlu difilmkan... daripada film sekarang isinya hantu bego semua... ahahaaa.... apa kabar ikhsan... baru bs ngeblog lg neh bro...;))

    ReplyDelete
  5. huehehhehheh........



    Menyentuh,,,,,siip banget,,,,
    lam knal ea.....

    ReplyDelete
  6. The previous owners made a claim for this in 2007. It is not in a

    ReplyDelete
  7. This is my first time i visit here. I found so many interesting stuffs in your blog, especially its discussion. From the tons of comments on your posts, I guess I am not the only one having all the leisure here! Keep up the good work.

    ReplyDelete
  8. Numerous thank you for taking time to speak about this, I knowledge strongly about specifics and really like learning much more on this. If probable, when you achieve experience, it truly is extremely beneficial for me. Would you ideas updating your blog site website with far more specifics?

    ReplyDelete
  9. Very superb publish! I just stumbled in your web site and wished to say that We have absolutely appreciated considering your weblog posts. Any way I will be subscribing in your feed and I desire you publish yet again soon.

    ReplyDelete
  10. Intimately, the publish is really the best on that worthwhile concept. I fit in using your conclusions and definitely will eagerly show up forward in your adhering to updates. Just stating thanks cannot basically be sufficient, to the amazing clarity within your producing. I can rapidly get your rss feed to remain abreast of any updates. Nice run and substantially very good leads to your business endeavors!

    ReplyDelete

Komentar Anda mewakili siapa Anda
Be Your Self !

 
Toggle Footer