Breaking News
Loading...
29 April 2008

RASM AL-QUR’AN (Ulumul Qur'an)

Tuesday, April 29, 2008
RASM AL-QUR’AN

BAB I

PENDAHULUAN


Pada zaman sekarang ini yang katanya zaman modern atau zaman yang sudah maju, sehingga hal-hal yang berbau klasik atau lama sepertinya sudah jarang diperhatikan. Bahkan terkesan sepertinya harus dihilangkan dan dilupakan. Karena kataya sudah tidak sesuai dengan zamannya lagi.
Begitu juga dengan kitab suci kita yaitu Al-qur’an karim yang oleh banyak pihak mulai dan sudah diganggu ke-autentikannya dari segi manapun, termasuk juga dari segi tulisannya dan perbedaan antara tulisan yang satu dengan tulisan yang lain. Dan hal ini merupakan hal yang sangat mengganggu dan meresahkan di kalangan umat Islam. Sebagai contonya adalah dari kalangan orientalisme.
Dalam banyak penelitan mereka, para orientalis menyebarkan berbagai syubhat batil seputar Al-Quran. Seorang orientalis bernama Noeldeke dalam bukunya, Tarikh Al-Quran, menolak keabsahan huruf-huruf pembuka dalam banyak surat Al-Quran dengan klaim bahwa itu hanyalah simbol-simbol dalam beberapa teks mushaf yang ada pada kaum muslimin generasi awal dulu, seperti yang ada pada teks mushhaf Utsmani. Ia berkata bahwa huruf mim adalah simbol untuk mushhaf al-Mughirah, huruf Ha adalah simbol untuk mushhaf Abu Hurairah. Nun untuk mushhaf Utsman. Menurutnya, simbol-simbol itu secara tidak sengaja dibiarkan pada mushhaf-mushhaf tersebut sehngga akhirnya terus melekat pada mushhaf Al-Quran dan menjadi bagian dari Al-Quran hingga kini. Berkaitan dengan sumber penulisan Al-Quran, kaum orientalis menuduh bahwa isi Al-Quran berasal dari ajaran Nasrani, seperti tuduhan Brockelmann. Sedangkan Goldziher menuduhnya berasal dari ajaran Yahudi. Kaum orientalis yakin bahwa Al-Quran adalah buatan Muhammad.[1]
Disinilah perlunya dan harusnya kita mempelajari kembali tentang ilmu Al-qur’an dari awal sehingga tidak terjadi putusnya sejarah awal Al-qur’an diturunkan dan dibukukan dalam bentuk mushaf seperti yang telah ada di zaman sekarang ini.

BAB II

RASM AL-QUR’AN


1. Definisi Rasm Al-quran Dan Rasm ‘Utsmani
Rasm qur’an yaitu penulisan mushaf Al-qur’an yang dilakukan dengan cara khusus, baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakannya.
Penulisan Al-qur’an pada masa Nabi SAW dilakukan oleh para sahabat-sahabatnya. Nabi juga membentuk tim khusus untuk sekretaris (juru tulis) Al-qur’an guna mencatat setiap kali turun wahyu. Diantara mereka ialah; zaid binTsabit, Ubai bin Ka’ab dan Tsabit bin Qais.[2]
Pada waktu itu mereka menulis Al-qur’an berdasarkan petunjuk Nabi SAW. Baik dalam penulisannya maupun dalam urutannya. Pada masa khalifah Abu Bakar sedikitnya ada 70 hafidz Al-qur’an yang mati syahid dalam suatu peperangan meluruskan orang-orang yang murtad dari agama Islam. Kemudian ketika itu Umar bin Khattab mengajukan usul kepada khalifah untuk mengumpulkan catatan-catatan Al-qur’an menjadi satu. Dengan berbagai pertimbangan Abu Bakar menerima usulan Umar, sehingga dibentuklah tim penuls Al-qur’an yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit. Tim menulis ayat-ayat Al-qur’an dengan berpegangan dengan ayat-ayat Al-qur’an yang disimpan oleh Nabi SAW. dan ayat-ayat yang dihapal oleh para sahabat yang masih hidup. Sesudah Abu Bakar wafat, tulisan tersebut diserahkan kepada Umar bin Khattab lalu diserahkan lagi kepada khafsoh.
2. Pola Penulisan Al-Qur`an Dalam Mushaf Utsmani
Bangsa Arab sebelu Islam dalam tulis menulis menggunakan khot Hijri. Setelah datang Islam dinamakan Khot Kufi.[3] Sejauh itu Bahasa dapat terpelihara dari kerusakan-kerusakan, karena ada kemampuan berbahasa yang tertanam dalam jiwa mereka.
Pada masa khalifah utsman bin Affan, umat Islam telah tersebar ke berbagai kepenjuru dunia sehingga pemeluk agama Islam bukan hanya orang-orang Arab saja. Pada saat itu muncul perdebatan tentang bacaan Al-Qur’an yang masing-masing pihak mempunyai dialek yang berbeda. Sangat di sayangkan masing-masing pihak merasa bahwa bacaan yang di gunakannya adalah yang terbaik.[4]
Untuk mengantisipasi kesalahan dan kerusakan serta untuk memudahkan membaca Al-Qur`an bagi orang-orang awam, maka Utsman bin Affan membentuk panitia yang terdiri dari 12 orang untuk menyusun penulisan dan memperbanyak naskah Al-Qur`an. Mereka itu adalah: 1. Sa`id bin Al-As bin Sa`id bin Al-As, 2. Nafi bin Zubair bin Amr bin Naufal, 3. Zaid bin Tsabit, 4.Ubay bin ka`b, 5.Abdullah bin az-Zubair, 6.Abrur-Rahman bin Hisham, 7.Khatir bin Aflah, 8. Anas bin Malik, 9.Abdullah bin Abbas, 10. Malik bin Abi Amir, 11. Abdullah bin Umar, 12. Abdullah bin Amr bin al-As.[5] Mereka inilah yang menyusun mushaf Al-Qur`an yang kemudian di kenal dengan mushaf Utsmani, ada juga yang mengatakan bahwa panitia yang di bentuk oleh Utsman ada empat orang mereka itu adalah Zaid bin Tsabit, abdulalh bin Zubair, Sa’id bin Al-As dan Abdurrahman bin Al-Harits [6], karena di tetapkan pada masa khalifah Utsman bin Affan. Mushaf itu ditulis dengan kaidah-kaidah tertentu. Para Ulama meringkas kaidah-kaidah itu menjadi 6 istilah, yaitu:
a. Al-Hadzf(membuang, menghilangkan, ataumeniadakan huruf). Contohnya, menghilangkan huruf alif pada ya`nida` ,dari tanbih , pada lafadzh ,dan dari kata na .
b. Al-Jiyadah(penambahan), seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hokum jma` ( ) dan menambah alif setelah hamzah marsumah (hamzah yang terletak di atas tulisan wawu) ( ).
c.. Al-hamzah, salah satu kaidahnya berbunyi bahwa apabila hamzah berharakat sukun, di tulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya, contoh “i`dzan( ) dan “u`tumin”( ).
d. Badal (penggantian), seperti alif di tulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata , .
e. Washal dan Fashl (penyambungan dan pemisahan), seperti kata kul yang di iringi kata ma di tulis dengan di sambung ( ).
f. Kata yang dapat dibaca dua bunyi. Penulis kata yang dapat di baca dua bunyi disesuaikan dengan salah satu bunyinya. Di dalam mushaf `Utsmani, penuli kata semacam itu di tulis dengan menghilangkan alif, misalnya “maliki yaumiddin”( ). Ayat di atas boleh di baca dengan menetapkan alif(yakni di baca dua alif),boleh juga hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu alif).[7]
3. Kedudukan Rasm ‘Utsmani
Khalifah Utsman menyuruh ziad bin Tsabit untuk mengambil suhuf dari A’isyah sebagai perbandingan dengan suhuf yang telah disusun oleh panitia yang telah dibentuk Utsman, dan melakukan pengoreksian terhadap kesalahan-keslaahan yang ada pada mushaf yang dipegang oleh panitia. Khalifah Utsman juga melakukan verifikasi dengan suhuf resmi yang sejak semula ada pada Hafsah guna melakukan verifikasi dengan mushaf yang dia pegang.
Seseorang bisa jadi keheran-heranan mengapa khalifah ‘Utsman bersusah payah mengumpulkan naskah tersendiri sedang akhirnya juga dibandingkan dengan suhuf yang ada pada Hafsah. Alasan yang paling mendekati kemungkinan barangkali sekedar upaya simbolik. Satu dasawarsa sebelumnya ribuan sahabat, yang sibuk berperang melawan orang-orang murtad di Yamamah dan di tempat lainnya, tidak bisa berpartisipasi dalam kompilasi suhuf. Untuk menarik lebih banyak kompilasi bahanbahan tulisan, naskah Utsman tersendiri(independen) memberi kesempatan kepada sahabat yang masih hidup untuk melakukan usaha yang penting ini.[8]
Dalam keterangan diatas, tidak terdapat inkonsistensi di natara suhuf dan mushaf tersendiri, dan dari kesimpulan yang luas ini terdapat: pertama, sejak awal teks Al-qur’an ini sudah benar-benar kukuh hingga abad ketiga. Kedua metodologi yang dipakai dalam kompilasi Al-qur’an pada zaman kedua pemerintahan sangat tepat dan akurat.
Setelah naskah mushaf tersebut selesai dibuat, maka disebarkan dan dibuat menjadi beberapa duplikat dan dikirimkan ke beberapa tempat. Maka tak perlu lagi ada fragmentasi tulisan Al-qur’an yang bergulir di tangan orang-orang. Oleh karena itu semua pecahan tulisan (fragmentasi) Al-qur’an telah dibakar. Mus’ab bin Sa’d menyatakan bahwa masyarakat telah menerima keputusan Utsman, setidaknya tidak mendengar kata-kata keberatan. Riwayat lain mengukuhkan kesepakatan ini, termasuk Ali bin Abi Thalib berkata,”Demi Allah, dia tidak melakukan apa-apa dengan pecahan-pecahan (mushaf) kecuali dengan persetujuan kami semua (tak ada seorang pun diantara kami yang membantah)”.
Di dalam melakukan pengumpulan tujuan utama Utsman adalah ingin menutup semua celah-celah perbedaan dalam bacaan Al-qur’an dengan mengirim mushaf atau mengirim sekalian dengan pembacanya.dan juga dengan dua perintah: 1. agar membakar semua mushaf milik pribadi yang berbeda denganmushaf milikya harus dibakar.[9] 2. agar tidak membaca sesuatu yang berbeda dengan mushaf Utsmani. Oleh karena itu adanya kesatuan secara total yang ada teks Al-qur’an di seluruh dunia selama empat belas abad, diberbagai wilayah dengan warna-warni yang ada, merupakan bukti keberhasilan Utsman yang tak mungkin tersaingi oleh siapa pun dalam menyatukan umat Islam dalam satu teks.[10]

4. Hukum Penulisan Dengan Rasm Utsmani
Para ualma berbeda pendapat mengenai status Rasm utsmani atau Rasm Al-qur’an. Pendapat-pendapat tersebut ialah:
a. sebagian ulama berpendapat bahwa Rasm Al-qur’an itu bersifat tauqifi[11], sehingga wasjib di ikuti oleh siapa saja ketika menulis Al-quran. Untuk menegaskan pendapatnya,mereka merujuk pada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi pernah bersabda Mu’awiyah, salah seorang sekretatarisnya,”Letakkan tinta. Pegang pena baik-baik. Luruskan huruf ba’.bedakan huruf sin. Jangan butakan huruf min. perbaguslah (tulisan) Allah. Panjangkanlah (tulisan) Ar-Rahman dan perbaguslah (tulisan) Ar-RAhim. Lalu letakkan penamu di atas telinga kirimu, karena itu akan memuatmu lebih ingat”.[12]
Al-Qattan dalam bukunya berpendapat bahwa tidak ada suatu riwayat dari Nabi yang dijadikan alas an untuk menjadikan Rasm Utsmani sebagai tauqifi. Rasm Utsmani merupakan kreatif panitia yang telah di bentuk Utsman sendiri atas persetujuannya. Jika di antara panitia itu ada berbeda pendapat dalam menulis mushaf, maka hendaknya di tulis dengan lisan Quraisy karena dengan lisan itu Al-Qur’an turun.[13]
b. Sebagian besar Ulama berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukan tauqifi, tetapi merupakan kesepakatan cara penulisan (ishtilahi) yang di setujui Utsman dan diterima ummat, sehingga wajib di ikuti dan ditaati siapapun ketika menulis Al-Qur`an.[14] Banyak Ulama terkemuka menyatakan perlunya konsistensi menggunakan Rasm Utsmani. Asyhab berkata ketika ditanya tentang penulisan Al-qur`an, apkah perlu menulisnya seperti yang di pakai banyak orang sekarang, Malik menjawab, “Aku tidak berpendapat demikian. Seseorang hendaklah menulisnya sesuai dengan tulisan pertama.”[15]Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata, “Haram hukumnya menyalahi khot Utsmani dalam soal wawu, alif, ya` atau huruf lainnya.”[16]
c. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukanlah tauqifi. Tidak ada halangan untuk menyalahinya tatkala suatu generasi sepakat menggunakan cara untuk menuliskan Al-qur’an ayng berlainan dengan Rasm Utsmani.[17]
Berkaitan denganketiga pendapat diatas, Al-Qattan memilih pendapat yang kedua karena lebih memungkinkan untuk memelihara Al-qur’an dari perubahan dan penggantian hurufnya. Seandainya setiap masa diperbolehkan menulis Al-qur’an sesuai dengan trend tulisan pada masanya, perubahan tulisan Al-qur’an terbuka lebar pada setiap masa. Padahal, setiap kurun waktu memiliki trend tulisan yang berbeda-beda. Al-qattan menegaskan bahwa perbedaan Khot pada mushaf-mushaf yang ada merupakan hal lain. Yang pertama berkaitan dengan huruf , sedangkan yang kedua berkaitan dengan cara penulisan huruf.[18] Untuk memperkuat pendapatnya, Al-qattan mengutip ucapan Al-Baihaqi di dalam kitab Syu’b Al-Iman,”Siapa saja yang hendak menulis mushaf hendaknya memperhatikan cara mereka yang pertama kali menulisnya. Janganlah berbeda dengannya. Tidak boleh mengubah sediitpun apa-apa yang telah mereka tulis karena mereka lebih banyak pengetahuannya, ucapan dan kebenarannya lebih dipercaya, serta dapat memegang amanah dari pada kita. Jangan ada diantara kita yang merasa dapat menyamai mereka.”
5. Penulisan dan Percetakan Rasm Utsmani
Mushaf yang ditulis atas perintah Utsman bin Affan tidak memiliki harakat dan tanda titik sehingga dapat dibaca dengan salah satu qira’at yang tujuh. Dan banya terjadi kesulitan bagi orang non-arab yang baru masuk Islam. Oleh karena itu pada masa khalifah ‘Abd Al-Malik (685-705), dilakukan penyempurnaannya.
Upaya ini tidak berlangsung sekaligus, tetapi bertahap dan dilakukan sampai abad III H (atau akhir abad IX M). Tercatat tiga nama yang disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali meletakkan titik pada Mushaf Utsmani, yaitu: Abu Al-Aswad Ad-Dau’ali, Yahya bin Ya’mar(45-125 H) dan Nashr bin Asim Al-Laits (w.89 H).
Penulisan Al-quran ini di upayakan denga tulisan ayng bagus. Untuk pertama kaliAl-qur’an di cetak di Bunduqiyah pada tahun 1530 M. Tapi ketika dikeluarkan, penguasa gereja memerintahkan pemusnahan kitab suci ini. Cetakan selanjutnya dialkukan oleh seorang jerman bernama hinkelman pada pada athun 1694 M. di jerman. Kemudian disusul oleh Mracci pada tahun 1698 M. di Padoue. Sayangnya tak satupun Al-qur’an cetakan I, II, III ini yang tersisa di dunia Islam dan sayangnya perintis tersebut bukan dari kalangan Islam.
Penerbitan Qur’an dengan label Islam mulai pada tahun 1787, yang lahir di rusia. Kemudian di kazan, lalu di Iran pada tahun 1248 H/1828 M. lima tahun kemudian 8 terbit di Tabriz. Setelah dua kali diterbitkan di Iran setahun kemudian terbit di Jerman.
Di Negara Arab dimuali Raja Fuad dai mesir yang membentukpanitia khusus penerbitan Al-qur’an di peremaptan pertama abad XX. Panitia yang di motori oleh para syaikh Al-Azhar ini pada tahun 1342 H/1923 M. Sejak itulah Al-quran dicetak berjuta-juta mushaf di Mesir dan berbagai negara lainnya.



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Rasm Al-qur’an adalah tata cara penulisan Al-qur’an, yang biasa disebut juga dengan rasm Utsmani.
Status hokum Rasm Al-qur’an masih diperselisihkan dalam tiga hal: apakah tauqifi, bukan tauqifi atau ishtilahi.
Rasm Utsmani memiliki fungsi yang sangat besar dalam menyatukan umat Islam.
Pada awalnya rasm Utsmani tidak memiliki tanda baca tapi kemudian di tambahi dan disempurnakan.




DAFTAR PUSTAKA

Al-Azami,M.M. 2005. The History Of Qur’anic Text. Terj. Sohirin Solihin dkk. Jakarta: Gema Insani Press.

Al-Qattan, Manna Khalil. 2001. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an. Tarj. Mudzakkir AS. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa.

Anwar, Rosihon. 2006. Ulumul Qur’an. Bandung: Pustaka Setia.

As-Suyuti, jaluddin. 1978. Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an. Beirut: Darul Ma’arif.

As-Shalih, Subhi. 1988. Mabahis Fi Ulum Al-Quran. Beirut: Darul Ilmi.

Az-Zanzani, Abu Abdullah. 1991. Wawasan Baru Tarikh Al-Qur’an. Tarj. Kamaluddin Marzuki Amwar. Bandung: MIZAN.

Chirzin, Muhammad. 2003. Permata Al-Qur’an. Yogyakarta: QIRTAS.

Syadali, Ahmad dan Rofii, Ahmad. 2000. Ulumul Qur’an II. Bandung: Pustaka setia.

FOOTNOTE
[1] http://gasus85.wordpress.com/
[2] Syadali, Ahmad dan Rofii, Ahmad. 2000. Ulumul Qur’an II. Bandung: Pustaka setia. Hal. 21.
[3] As-Shalih, Subhi. 1988. Mabahis Fi Ulum Al-Quran. Beirut: Darul Ilmi. Hal. 361-362.
[4] As-Suyuti, jaluddin. 1978. Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an. Beirut: Darul Ma’arif. Juz 5.
[5] Al-A’zami,M.M. 2005. The History Of Qur’anic Text. Terj. Sohirin Solihin dkk. Jakarta: Gema Insani Press. Hal. 99-100.
6. Anwar, Rosihon. 2006. Ulumul Qur’an. Bandung: Pustaka Setia.hal.50
[7] Anwar, Rosihon. ibid.hal.50-52.

[8] Al-A’zami. Op cit. hal. 104
[9] Menurut Ibnu Hajar hal ini tergantung dari induvidu yang memilikinya, apa di hapus, di robek atau di bakar.
[10] Ibid. hal 107
[11] Yakni bukan produk manusia, tetapi merupakan sesuatu yang ditetapkan berdasarkan wahyu Allah, yang Nabi sendiri tidak memiliki otoritas untuk menyangkalnya.
[12] Anwar, rosihon. Op cit hal.52
[13] Al-Qattan, Manna Khalil. 2001. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an. Tarj. Mudzakkir AS. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa.hal.215.
[14] Ibid. hal. 216.
[15]As-Suyuti, Jaluddin. Op. cit. hal 167.
[16] Ibid.
[17] Anwar,Rosihon. Op. cit. hal. 55.
[18] Ibid. hal. 56

telah di presentasikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim (STAIL) Surabaya

93 comments:

  1. baik, baik makalah yang anda susun,
    semoga bermanfaat,

    ReplyDelete
  2. tugas kuliah ya itu ? :)
    makasih udah di sharing

    ReplyDelete
  3. yang jelas al qur'an adalah suatu yang pasti dan wajib diyakini bahwa dia adalah firman Alloh swt

    ReplyDelete
  4. ya bisa buat referensi dech
    abize dari udah dikejar deadline ne,,,
    ea makasih ae....

    ReplyDelete
  5. Muzijat Alooh yang sampai jaman kita ini yang bisa di lihat dan bisa di rasakan manfatnya untuk seorang muslim hanya Kitab Suci Alquran, Orang Muslim Alloh swt, tuhanku, muhammad nabiku, alquran kitabku

    ReplyDelete
  6. mas materi tntang tafsir koks ga da sich,,

    ReplyDelete
  7. nambah ilmu baru lagi neh...makasih bro!

    ReplyDelete
  8. Mantap, artikel yang bagus, ijin share yah...

    ReplyDelete
  9. mohon ijin saya bookmark, pertama kali berkunjung suguhannya luar biasa, semoga terjalin silaturahmi kembali

    ReplyDelete
  10. mantap infonya dach..
    cocok dengan kita.

    ReplyDelete
  11. Seperti belajar lagi, nih...lama gak ngaji...:)

    ReplyDelete
  12. penerangan nya sangat mantap sdekali gan ,, sangat menyentuh di hati, makasih banyaak gan

    ReplyDelete
  13. penerangan nya cocok banget buat saya, makasih banyak infonya salam kenal aja gan

    ReplyDelete
  14. tetap alqur'an sebgai pedoman...
    mantab...

    ReplyDelete
  15. bersama membumikan alquran, thank atas ilmunya mampir ke gubuk saya

    ReplyDelete
  16. Hi! This is very interesting and worth to read. I would really appreciate your way of expression. I should come-back to see your further postings Thanks & Have a nice day……

    London Escorts

    ReplyDelete
  17. QURVID (Al Quran Video) bisa didapatkan gratis di www.qurvid.com

    ReplyDelete
  18. Muzijat Alooh yang sampai jaman kita ini yang bisa di lihat dan bisa di rasakan manfatnya untuk seorang muslim hanya Kitab Suci Alquran,

    ReplyDelete
  19. rangkuman sejarah yang lengkap dan padat... Alhamdulillah ada yang suka posting tentang agama juga....

    ReplyDelete
  20. Artikelnya sangat membantu dan semoga menggugah hati kaum muslimin...

    ReplyDelete
  21. بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم siapa tau nempel dimari blog tasbih ku ketempelan rame.. amin

    ReplyDelete
  22. Artikel tentang sejarah yang baik.
    Banyak umat Islam yang belum tahu.
    Semoga bermanfa'at ilmunya dan berkah.

    ReplyDelete
  23. Assalamu'alaikum.
    Catatan sejarah yang sebagian umat Islam belum tahu.
    Sungguh bermanfa'at.
    Syukron wa jazakillah khoiron.
    Wassalamu'alaikum.
    KangIman
    ( yang lagi belajar ngeblog )

    ReplyDelete
  24. postingan yang pas buat referensi makalah,,hatur nuhun gan

    ReplyDelete
  25. postingan yg bgus gan...
    islami sekali
    thanks ya....

    ReplyDelete
  26. bisa buat referensi makalah bagi yg membutuhkan.
    Amikom Blogger Community Goes To Karimunjawa

    ReplyDelete
  27. ilmu nya sangat berguna dan bermnfaat...

    ReplyDelete
  28. Alqur'an adalah kitab suci sekaligus manual book seluruh alam semesta.jikalau Kandungan Al-qur'an di bedah dan andaikan air diseluruh dunia di jadikan tinta maka tak akan cukup untuk menulisnya.

    ReplyDelete
  29. thanks mas bro tambahan ilmunya,semoga menjadi ilmu yang berguna bagi kita semua

    ReplyDelete
  30. mantaaab kang.. keep posting:)

    ReplyDelete
  31. terimakasih telah berbbagi ilmu..semoga semakin berkah:)

    ReplyDelete
  32. You have created a great blog. I'm amazed that I have been educated by your articles so much. I have been reading some of your posts as far as I can remember and been happy trough it. Thanks.

    ReplyDelete
  33. You got a really useful blog I have been here reading for about a while already. I am a newbie and your success is very much an inspiration for me. Keep up the good post!

    ReplyDelete
  34. This looks absolutely perfect. All these tinny details are made with lot of background knowledge. I like it a lot. This was a useful post and I think it is rather easy to see from the other comments as well that this post is well written and useful.
    Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah

    ReplyDelete
  35. Very impressive post! i am really impressed. Thanks to share this post with me...

    ReplyDelete
  36. I need to read more on this topic...I admiring time and effort you put in your blog, because it is obviously one great place where I can find lot of useful info.

    ReplyDelete
  37. I have been looking for content like this for a research project I am working on. Thanks very much.

    ReplyDelete
  38. Alqur'an adalah pedoman bagi seluruh umat Islam,
    Alqur'an merupakan penyempurna kitab yang sebelumnya,

    ReplyDelete
  39. I think there might be a little too much going on on the initial load of your blog. I see just the background for a couple seconds

    ReplyDelete
  40. Making clear the distinction between performance as action and performance as act-ual production is very important indeed for goood outcomes.. . re- "Performance" as action see also Brissett & Edgley Life As Theater

    ReplyDelete
  41. I would like to add your blog to my blogroll please tell me what anchor should I use?

    ReplyDelete
  42. Thank you for another great article. Where else could anyone get that kind of information in such a perfect way of writing? I have a presentation next week

    ReplyDelete
  43. I am really thankful towards the author in this post in making this lovely and informative article live for us. We really appreciate ur effort. Maintain the excellent work.

    ReplyDelete
  44. I just wanna say thank you for the information that you have been shared to us readers. Thanks for posting this kind of theme.

    ReplyDelete
  45. informasi nya sangat berguna nih gan.... izin2 bca bca ajj :D

    ReplyDelete
  46. mksih untuk info nya...
    sangat menarik...

    hehe

    ReplyDelete
  47. wah... bagus artikelnya gan..
    manfaat bagi agama.........

    ReplyDelete
  48. saya baca artikel ini diulang 3x baru ngerti secara mendalam..bagus bgt

    ReplyDelete
  49. mksih untuk share nya smoga saja bermanfaat :D

    ReplyDelete
  50. mudah-mudahan dapat mengamalkan isi al quran

    ReplyDelete
  51. info yang bermanfaat, menambah ilmu tentang al quran...

    ReplyDelete
  52. I am really thankful towards the author in this post in making this lovely and informative article live for us. We really appreciate ur effort. Maintain the excellent work. Web Hosting Providers

    ReplyDelete
  53. aku ingin belajar untuk memahami alquran,,,sehingga klo sudah faham..akan terasa lebih mudah untuk mengamalkannya dan itu pun jika Alloh mengijinkannya..

    ReplyDelete
  54. kita sebagai generasi umat muslim yang sejati harus lebih giat lagi untuk memahami kandungan yang terdapat dalam alquran..

    ReplyDelete
  55. alhamdulillah. mata kuliah ulumul quran 1 dan 2 aku dapet A

    ReplyDelete
  56. al-quran merupakan pedoman hidup kita, tpi di jaman sekarang sudah banyak yang jauh bhkan tidak mengenak al-quran

    ReplyDelete
  57. I observed really a couple of interesting objects from this world wide web web site. It might aid me in lots of tactics.St George custom homes builders

    ReplyDelete
  58. Hello there there, I just browse texts in your website and I grew to be thinking about the concept. I like your net website and I'm taking into consideration regardless of no matter whether I could use your phrases in my operate? Would it be possible? If certainly, make sure you get in contact with with me.Several many thanks.

    ReplyDelete
  59. This can be a wonderful submit! I similar to this topic. This world wide web website has plenty of advantage! I identified quite a few intriguing factors from this web site. It is going to assist me in several tactics. Thanks for submitting this once more.

    ReplyDelete
  60. I just wanna say thank you for the information that you have been shared to us readers. Thanks for posting this kind of theme.
    jual tas murah

    ReplyDelete
  61. al quran memang pedomannya umat islam..

    ReplyDelete
  62. inspiratif sekali artikelnya..

    ReplyDelete
  63. lengkap sekali pembahasannya
    nice share

    ReplyDelete

Komentar Anda mewakili siapa Anda
Be Your Self !

 
Toggle Footer