Definisi dan Hakikat Organisasi

Ada beberapa definisi tentang organisasi, antara lain:

  1. organisasi adalah satu kebersamaan dan interaksi serta saling ketergantungan individu-individu yang bekerja ke arah tujuan yang bersifat umum dan hubungan kerja samanya telah diatur sesuai dengan struktur yang telah ditentukan.
  2. organisasi adalah kumpulan orang-orang yang sedang bekerja bersama melalui pembagian tenaga kerja untuk mencapai tujuan yang bersifat umum."
Dari kedua definisi organisasi di atas terdapat perbedaan formulasi, di samping kedua-duanya mencerminkan unsur unsur substansi yang memberikan ciri-ciri umum suatu orga nisasi, serta yang sangat bermanfaat sebagai titik tolok untuk mempelajari lebih lanjut tentang seluk beluk organisasi.
Unsur-unsur yang dimaksud tersebut merupakan hakikat yang mempunyai nilai serta makna, antara lain:
  1. di dalam organisasi berkumpul orang-orang sebagai sumber daya manusia yang terikat dalam hubungan kerja untuk mencapai tujuan;
  2. di dalam organisasi terdapat berbagai macam ketentuan yang mengatur prosedur, bagaimana orang-orang melaksanakan hubungan kerja sama
  3. di dalam organisasi terdapat pembagian tugas secara ber jenjang yang memberikan batas-batas kewenangan dan tanggung jawab seseorang atau sekelompok orang dalam melaksanakan hubungan kepemimpinan;
  4. di dalam organisasi terdapat sistem yang mengatur kese jahteraan, kebutuhan, penghargaan dalam rangka memenuhi kebutuhan fisik maupun nonfisik sumber daya manusia,
  5. di dalam organisasi terdapat hubungan timbal balik atau saling ketergantungan antara sumber daya manusia sebagai pemberi ide, pengelola, pelaksana, dan organisasi yang memberikan jaminan kebutuhan sumber daya manusia dalam rangka mencapai tujuan;
  6. Secara total organisasi merupakan suatu sistem terbuka, yang di dalamnya tercermin adanya komponen-komponen dengan sub-subkomponen sebagai berikut:
  • input, yang meliputi material, perlengkapan, fasilitas, sumber daya manusia, dana, berbagai peraturan, dan ketentuan;
  • proses transformasi, yang mencakup sumber fisik dan sumber daya manusia yang diperoleh melalui lingkungan eksternal;
  • output, meliputi hasil yang berupa barang (materials) atau berupa pelayanan (services). 

Coba Pikir, Untuk Apa Teror di Paris?


“Teror” Paris Untuk Apa?
Dunia kembali heboh, serangan teror di Paris menjadi topik terpanas disemua media. Serangan yang mengakibatkan lebih dari 300 orang luka-luka dan  127 lebih tewas. Pelakunya diketahui sebagian memegang paspor Mesir, Suriah, dan juga ada 4 pelaku lain teridentifikasi adalah warga negara Prancis sendiri. Tidak berapa lama kemudian serangan tersebut di klaim oleh pihak IS-ISIS. Tentu dengan mudah dan tidak perlu investigasi lebih jauh untuk menyimpulkan siapa dalang dan jaringan dibalik teror ini.

Jujur, semua orang tidak suka dengan teror apalagi hidup dalam kubangan teror. Kita bisa tanya kepada penduduk sipil Afghanistan, Iraq atau bahkan hari ini mereka yang berada di Suriah. Masyarakat sipil berhadapan dengan “state terrorism” dari rezim Bashar Assad ditambah teror oleh koalasi negara-negara Barat dengan mengirimkan pasukan, senjata dan drone-drone mereka.

Kalau mau obyektif kalkulasi akibat state terrorism ini jauh lebih besar korban nyawa dan material dari apa yang terjadi di Paris hari ini. Dan masyarakat sipil Barat khsususnya Paris Prancis kini merasakan bahwa apapun bentuk teror dan terorisme itu kontra dengan kecondongan fitrah manusia.
Dan jika mau obyektif, semua tidak bisa terima terorisme baik yang dilakukan individu, kelompok maupun negara apalagi gabungan negara-negara atas nama apapun.

Peristiwa serangan Paris bukanlah peristiwa independen namun sebelumnya ada stimulan dan fariabel pelengkapnya.

Terorisme masih konstan sebagai fenomena komplek yang lahir dari beragam faktor yang juga komplek. Ada faktor domestik seperti kesenjangan ekonomi (kemiskinan), ketidak-adilan, marginalisasi, kondisi politik dan pemerintahan, sikap represif rezim yang berkuasa, kondisi sosial yang sakit, dan faktor lain yang melekat dalam karakter kelompok dan budaya.

Ada faktor internasional seperti ketidak-adilan global, politik luar negeri yang arogan dari negera-negara kapitalis (AS) dan sekutunya, imperialisme fisik dan non fisik dari negara adidaya di dunia Islam, standar ganda dari negara superpower, dan sebuah potret tata hubungan dunia yang tidak berkembang sebagaimana mestinya (unipolar).

Selain itu adalah adanya realitas kultural terkait substansi atau simbolik dengan teks-teks ajaran agama yang dalam interpretasinya cukup variatif. Ketiga faktor tersebut kemudian bertemu dengan faktor-faktor situasional yang sering tidak dapat dikontrol dan diprediksi, akhirnya menjadi titik stimulan lahirnya aksi kekerasan ataupun terorisme.

Klaim dari pihak IS-ISIS atas serangan di Paris, jelas bagi dunia Barat dengan mudah bisa menghakimi sebagai aksi terorisme produk dari kelompok Islam. Tapi penting kiranya bagi kita secara kritis menghadirkan pisau analisis framework rasional  untuk mengeja tragedi Paris.

Metodologi ini mengkaji korelasi antara kasus terorisme dan sasaran dalam aspek kesamaan-kepentingan, konflik kepentingan dan pola interaksi diantara keduanya.Dalam framework ini pelaku dan sasaran diletakkan sebagai aktor rasional dan strategis.

Rasional dalam arti tindakan mereka konsisten dengan kepentingannya dan semua aksi mencerminkan tujuan mereka.Strategis dalam artian pilihan tindakan mereka dipengaruhi oleh langkah aktor lainnya (lawan) dan dibatasi oleh kendala (constrain) yang dimilikinya.

Dalam  framework rasional  berasumsi kalkulasi strategis antar aktor menghasilkan “teror”. Frame ini mengharuskan evaluasi terhadap langkah, kebijakan, strategi yang digunakan oleh kedua belah pihak; pelaku dan sasaran. Sebagai catatan, resiko logis penggunaan metodologi ini akan di anggap analisis yang obyektif dan rasional atau dianggap sebagai simpatisan tindakan terorisme karena manganalisa secara kritis sasaran terorisme, di saat “sasaran” sedang menjadi “korban”.

Penggunaan framework rasional  dinilai urgent karena mampu menjawab dua hal penting; kondisi yang memunculkan dan kondisi yang meredam terjadinya terorisme.

Belajar paska penyerangan WTC di AS yang disusul dengan kampanye Global War on Terrorism, mereka fokus menuduh the evil ediology sebagai penyebab terorisme namun abai pada faktor penyebab lain. Akhirnya solusi yang digelar justru malahirkan spiral kekerasan yang tidak berujung. “Teroris” dengan aksi terornya konfrontatif dengan teror oleh kekuatan negara (state terrorism).

Hari ini kita juga menyaksikan konflik di kawasan Timur Tengah tidak bisa di katakan steril dari campur tangan dunia Barat. Bahkan mereka melanjutkan deklarasi Global War on Terrorism dengan memobilisasi kekuatan koalisi negara-negara Barat konfrontasi langsung di Aghanistan, Iraq dan terkini adalah Suriah.

Tindakan koalisi ini disambut dengan perlawanan dari berbagai komponen di Suria yang memiliki beragam ideologi maupun kekuatan. Mengikuti framework rasional secara konsisten kita bisa ambil kesimpulan kenapa Paris-Prancis jadi sasaran target dari kelompok IS-ISIS?

Pilihan Prancis terlibat dalam konflik Suriah bersama negara koalisi adalah jawabannya. Disamping Prancis menjadi negara terbuka yang mengaminkan peluang munculnya tindakan yang melahirkan ketersinggungan yang amat sangat terkait dimensi keyakinan.

Dari sini kita melihat benang merah bahwa kasus Paris adalah analog kecil dari peristiwa runtuhnya WCT. Peristiwa WTC bisa di anggap sebagai artikulasi penting dari akumulasi perlawanan sporadis oleh kelompok Islam terhadap imperialisme Barat dan AS menjadi representasi utamanya.

Begitu juga aksi Paris, bisa di anggap sebagai representasi perlawanan di kandang musuh atas pilihannya terlibat konflik berdarah di Suriah. Dan yang terjadi tidak bisa di negasikan korelasinya dengan konteks perang dan bukan semata-mata terorisme.

Meski disisi lain, target besar di balik serangan sangat mungkin bukan sekedar “dendam” atau perlawanan atas Prancis, tapi menebar serangan secara meluas untuk semua negara Barat yang tangan mereka dianggap berdarah-darah di bumi Suriah. Sekaligus sebagai sinyal jawaban atas apa yang terjadi di Suriah dan sekitarnya, berikut memancing semua negara-negara Barat masuk terseret jauh dalam kubangan konflik Suriah khususnya.

Bagaimana Indonesia harusnya bersikap atas peristiwa teror di Paris kali ini? Apakah teror susulan akan muncul di tempat yang berbeda?

Bagaimana potensi serangan tersebut terjadi di Indonesia? Jika cermat melihat pola dan spirit dibalik aksi ini maka aksi susulan sangat berpeluang terjadi khususnya konsisten diarahkan ke negara-negara yang dianggap terlibat dan tangan mereka berdarah-darah di konflik Suriah khususnya.

Respon pemerintah Indonesia harus proporsional, khususnya instansi terkait tidak perlu berlebihan yang justru terkesan bisa menjadi sumber kepanikan baru di Indonesia.

Serangan di Paris rasionalnya adalah negara tetangga seperti Inggris atau negara koalisi yang terlibat perang di Suriah yang perlu siaga untuk antisipasi kemungkinan serangan aksi susulan. Tereksposnya kasus di Paris secara global resikon
ya melahirkan beragam sikap dan akibat, ini tergantung sudut pandang masing-masing pihak.
Bagi element yang pro dengan aksi tentu peristiwa di Paris menjadi inspirasi dan spirit baru bagi mereka dimanapun berada. Tapi dalam konstek Indonesia level ancaman seperti serangan di Paris resonansinya sangat rendah (minor).

Kenapa? Karena kemampuan untuk melakukan serangan terbuka secara terkordinasi dan tidak kehendus oleh pihak aparat keamanan itu tidak dimiliki atau belum dimiliki sel-sel kelompok yang selama ini dianggap terkait jaringan IS-ISIS di Indonesia. Meski pernah ada eksperimen kecil-kecilan dan sangat amatiran untuk melakukan serangan bom.

Prediksinya, Indonesia relatif kondusif dan aman dari gangguan sejenis serangan di Paris Prancis. Para pengikut IS-ISIS dari Indonesia lebih berhasrat untuk hijrah (pindah) ke Suria wilayah IS daripada bertahan. Andaikan muncul ganguan itu potensial bisa jadi rembesan dari wilayah timur Indonesia, di sana ada kelompok Santoso yang selama ini dijadikan “icon” kelompok terorisme oleh Polri dan BNPT. Atau muncul dari lonewolf yang terkondisikan oleh “siluman” untuk melakukan serangan dengan target di balik itu mengais keuntungan dari proyek war on terrorism. Wallahu a’lam bisshowab.*
Oleh: Harits Abu Ulya pada hidayatullah.com

Pemerhati Kontra Terorisme & Direktur CIIA

Tragedi Paris VS Tragedi Gaza

Dari Gaza Palestina, Kami bersedih atas tragedi Paris, tapi maaf di Gaza Palestina, juga di Suriah hampir setiap hari terjadi pembantaian dan tragedi yang lebih sadis, namun negara barat tidak ribut bahkan pura-pura tidak tahu. Kenapa??
Paris, lihatlah foto-foto diatas, dimana anak-anak Gaza Palestina tidak berdosa menjadi korban pembantaian.
Tragedi Paris, saya ikut prihatin, tapi dimana keadilan dan HAM di saat bocah Gaza di bantai, apakah bocah Palestina dan Suriah tidak pantas di Sayang ?.
From Gaza Palestine, Sorry Paris for happen There, but this happen every day in Gaza Palestine, also in Syria, no one Speaks.
Tell Me Why..??
Human Right is Dead..??
Tell Me Why..??
[Abdillah Onim – Gaza Palestina - Islamedia]

Menag Minta Teks dan Terjemah Al Quran Digital Terus Dipantau

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan saat ini teks Al Quran tidak hanya dalam bentuk lembaran kertas, namun seiring perkembangan teknologi informasi, teks kitab suci umat Muslim ini terdapat pada alat digital.

“Ada ustadz kalau baca Al- Qur’an tidak pegang mushaf tapi pegang smartphone, tentu bagaimana teks itu terpantau, juga pada terjemahan digitalnya. Keduanya  harus terus dipantau,” kata Menag pada pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama Al-Qur’an di Bandung, Selasa (18/08/2015)  dikutip laman Kemenag.

Menurut Menag, Lajnah Pentashihan Al-Quran sebagai bagian dari Kemenag harus siap menghadapi perubahan di era globalisasi ini.

“Lajnah Pentashihan Al-Qur’an harus mengikuti perkembangan teknologi informasi,” tuturnya.

Menag mengungkapkan dirinya  pernah melihat percetakan Al-Quran di kota Madinah yang juga mencetak terjemahan Al-Quran beberapa negara termasuk Indonesia.

“Terjemahan kita terakhir tahun 1990, perlu dilihat kembali dari sisi konteks masih relevankah dengan perkembangan saat ini, karena bahasa itu terus berkembang,” kata Menag seperti dikutip dari laman kemenag.go.id

Hadir pada kegiatan bertema “Implementasi revolusi mental dengan pendekatan Al-Qur’an” ini, Mantan Menag Quraish Shihab dan Said Aqil Husin Al Munawar, Kabalitbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud serta para ulama Al-Qur’an dari berbagai provinsi.

sumber: hidayatullah.com

Hello?

Hai apa kabar?

lama ga' jumpa

lama ga' ke sini

dulu dasbor blogger tidak pernah tertutup

sekarang dasbor blogger malah ga' pernah kebuka

blog2 ternak juga ga' di akun ini

karena pernah kasus akun ini dihapus google gara2 ada blog zombie yg dihapus dan akun ini kena dampaknya



Mau nulis lagi, bingung hal apa yang mau ditulis

dulu mau nulis karena ingin tau seberapa dalam isi otak saya

dan kemudian semua berubah ketika facebook datang menyerang


isi kepala semua tertuang di FB

memang FB juga sih yang mancing2 "Apa yang Anda pikirkan?"

tapi lama2 (5 tahun itu sebenarnya lama sekali) bosan juga sama FB

sekarang ke FB cuma main game doang, cek2 group, off

bagaimana pun juga blog lebih baik

blog milik kita, FB bukan milik kita


Back to blogging

Adolf Hitler Bicara Tentang Yahudi

Tenttu kamu kenal dengan Adolf Hitler kan? yup dia adalah pemimpin Nazi yang "katanya" membantai orang yahudi. itu katanya. tapi kalau ente benar2 jeli melihat sejarah lebih objectif maka Anda akan melihat kenyataan yang berbeda karena pembantaian itu sengaja dibesarkan supaya orang bersimpati pada yahudi. karena memang yahudi yang menguasai media dan menggunakan play victim dalam memojkkan siapa Hitler itu.

Oke langsung saja ini pendapat hitler tentang orang yahudi


HAMAS Vs Israel, Jangan Sok Tau Deh! Baca Dulu Kenyataan Yang Sebenarnya

Yang sebenarnya tentang HAMAS Vs Israel. Berikut ini saya copy artikel dari kompasiana yang menurut saya sangat netral dalam meinilai apa yang sebenarnya terjadi di palestina sana, khususnya antara HAMAS dan israel. selamat membaca

==================================================

Saya sejak 5 tahun mulai secara serius memperdalam hakekat konflik Palestina-Israel. Sampai sekarang, saya aktif membaca dan menerjemahkan berita dari situs-situs berita dari pihak Palestina seperti aqsatv.com , alqassam.ps , atau hamasinfo.com. Lebih jauh lagi, saya mempelajari bahasa Ibrani dasar, dan juga membaca berita-berita dari pihak Israel seperti Haaretz, ynet, dan Maarev. Termasuk media lainnya seperti france24, AFP, Russia Today, dan Aljazeera untuk memperluas referensi.

Oke, sekarang kita mulai bahasannya. Jadi ceritanya, saat ini Gaza sedang diserang oleh Israel, dan sebaliknya, Al Qassam balik menyerang Israel. Kita lihat di berita-berita, banyak sekali negara-negara yang menentang serangan Israel, banyak demonstrasi yang menentang Israel, dan semua mengutuk Israel.

Hamas, anda tahu kan Hamas?

Hamas telah dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Israel (pastinya), Kanada, Uni Eropa, Yordania, Mesir, dan Jepang. Sisanya, kebanyakan negara tidak mengambil sikap atas Hamas.

Anda tahu kan Israel sedang menyerang Gaza dengan pesawat tempurnya? Ratusan tewas dan lainnya luka-luka. Namun anda juga harus tahu, Hamas lewat operasi Brigade Al Qassam-nya, juga menyerang Israel. Puluhan korban dari pihak Israel luka-luka akibat serangan roket Al Qassam.

Pembaca yang baik hati, coba ingat-ingat, apakah ini pertama kalinya Gaza diserang? Dan sebaliknya, apakah ini pertama kalinya Al Qassam menyerang Israel. Tidak.

Pertempuran dan adu kekuatan antara Israel dan Hamas sebagaimana kita ketahui, sudah berlangsung lama. Hamas didirikan dan diinisiasi memang semata-mata untuk mengusir Israel. Sejak didirikannya, Hamas bertekad akan mengusir Israel dengan mandate dari rakyat Palestina yang mendukungnya. Sampai sekarang.

Tapi, ternyata eh ternyata, ada suara dari Yang Terhormat Opa Jappy, seorang Kompasioner yang menuliskan perspektif lain dalam memandang konflik antara Hamas dengan Israel.
Terima kasih kepada Opa Jappy, anda begitu peduli terhadap Palestina. Semoga kita semua bisa mewujudkan kemerdekaan Palestina suatu saat nanti, bersama-sama. Dua artikel anda:
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2014/07/11/hamas-israel-banyak-orang-indonesia-kembali-jadi-bodoh-673280.html dan http://luar-negeri.kompasiana.com/2014/07/10/sama-sama-tak-menahan-diri-dan-brutal-hamas-menyerang-israel-membalas-673149.html

keduanya mencoba mengungkapkan bahwa Hamas itu sama kejamnya sama Israel dan kita juga patut melihat Israel secara proporsional. Kelihatannya anda terganggu dengan sikap orang-orang yang anda sebut ‘Kaum Pecinta Hamas’ yang mengungkit-ungkit korban besar di pihak Palestina namun tak mengungkit sama sekali korban dari pihak Israel.

Nampaknya, gambar ini mewakili pandangan anda terkait konflik yang terjadi di Gaza. Bagaimana?


Hamas dituduh menggunakan rakyat sipil sebagai perisai, benarkah?

Hamas dituduh menggunakan rakyat sipil sebagai perisai, benarkah?
Baiklah. Ada baiknya saya tuliskan poin-poin yang saya simpulkan dari dua artikel anda diatas:
1. Hamas dan Israel sama-sama brutal.
2. Hamas menggunakan warga sipil untuk menjadi tameng hidup.
3. Hamas notabene adalah anak asuhnya Syria dan Iran.
4. Konflik Palestina-Israel bukan konflik keseluruhan antara Palestina dan Israel.
5. Menempatkan Israel dan Palestina sebagai dua negara yang sama-sama berdaulat adalah solusi yang ditawarkan dunia internasional.
6. Sikap Hamas yang tidak mengakui Israel adalah sikap absurd dan tak masuk akal sehat.
7. Solusi terbaik adalah Palestina dan Israel hidup sejajar dan terhormat, kita tidak patut membela salah satu pihak.
Langsung aja deh. Kita kupas satu-satu poin yang anda sampaikan.

1. Sama-sama brutal. Berarti tingkat kebrutalannya sama parahnya, sama kejamnya, sama terornya. Benarkah? Mending kita bicara data deh. Lihat datanya yang sekarang aja ya, biar relevan.
PALESTINA
Korban tewas: 108
Korban luka-luka: 785
Bangunan hancur: 200
Jumlah roket Al Qassam yang diluncurkan: 600 buah

ISRAEL
Korban tewas: 0
Korban luka-luka: kurang dari 30
Bangunan hancur: kurang dari 20
Total berat peledak yang dijatuhkan Israel: 600 ton lebih
Jumlah total serangan Israel ke Gaza: 860 kali

Coba perhatikan, ENAM RATUS TON.
Kalo jadi beras, bisa bikin hajatan berapa bulan ya?

Maka, poin pertama saudara Opa Jappy bahwa Hamas sama saja brutalnya seperti Israel, itu SALAH.

Dan ayolah, sebaiknya jangan menutup mata bahwa setiap kali ada konflik Palestina dan Israel, selalu saja yang terjadi adalah: korban Palestina lebih banyak dari Israel, dan senjata Israel lebih canggih dan lengkap dari yang dimiliki Palestina, apalagi kalau melihat infrasutruktur Palestina, wah udah pada babak belur sejak dulu tuh. Jadi salah besar jika dibilang Hamas dan Israel sama brutalnya.

Maka, ingat: Israel LEBIH KEJAM DAN BRUTAL dari Hamas. Itu kenyataan yang jelas, dan dapat dilihat di zaman informasi serba terbuka saat ini. Itu catatan poin pertama
2. Anda menyimpulkan bahwa Hamas menggunakan warga sipil sebagai tameng hidup. Perisai manusia. Ini adalah hal yang sama diyakini oleh Israel juga, bahwa Hamas memakai perisai manusia. Apa buktinya? Kalo dilihat dari artikel anda, ada beberapa bukti, diantaranya:
a. Hamas menembakkan roket dari kawasan sipil padat penduduk,
b. Rakyat Palestina berbondong-bondong keluar dari rumah mereka untuk mencegah pesawat tempur Israel menembakkan rudal, dan hal ini diminta Hamas di wawancara yang terdapat di artikel anda,
Dari dua bukti yang anda perlihatkan di artikel anda, anehnya, tidak ada bukti bahwa Hamas menggunakan perisai manusia.

Sayang sekali, itu hanyalah kesimpulan yang ceroboh. Hamas menembakkan roket dari kawasan padat penduduk, itu benar. Tapi jika disipulkan kalau tujuannya supaya warga disekitarnya menjadi tameng, itu SALAH.

Setelah peluncuran roket, pastinya tim peluncur akan segera melarikan diri. Di saat pengintaian Israel mengetahui asal roket tersebut berada di kawasan sipil, sudah tidak ada lagi tim peluncuran roket itu. Maka apa gunanya Israel membom kawasan sipil yang tak ada terorisnya itu?

Sebenarnya inilah paradoksnya. Di satu sisi kita menganggap Israel sebenarnya menyerang balik serangan roket yang ditembakkan ke Israel. Padahal tidak seperti itu, silahkan baca media Israel sendiri dan pernyataan resmi Israel. Apa sih kebijakan Israel saat ini? Bukan untuk menghancurkan tim peluncur roketnya, bukan! Itu sangat tidak strategis secara militer. Kebijakan Israel saat ini adalah menghancurkan persediaan roket-roket yang ada di Gaza, dengan menghancurkan rumah atau terowongan tempat penyimpanannya.

Naaah,,,, disinilah ada tuduhan bahwa Hamas menyimpan roket mereka di ruah-rumah penduduk sipil. Tapi lagi-lagi, benarkah tuduhan itu? Dan lagi-lagi ternyata saudara-saudara….tuduhan itu juga SALAH. Roket Al Qassam dirakit dan disimpan di rumah para personel Al Qassam, bukan di rumah warga yang sempit dan banyak orang. Aduh, lagian engga nyari tahu ke sumber Palestinanya sih….tuduhannya akhirnya salah, aduh..

Lagipula, sangat biadab dan gegabah hanya semata-mata untuk menghancurkan persediaan roket Al Qassam, malah menyerang rumah warga yang dicurigai. Padahal kenyataannya, semakin hari makin banyak warga yang tewas, sipil lho, tapi roket-roket Al Qassam itu tidak ada hentinya menyerang Israel. Tidak efektif bukan? Di dunia ini, jika sebuah kebijakan militer tidak efektif, itu namanya tentara PAYAH. Akibatnya Israel dicap menjadi pembantai rakyat sipil, karena tidak efektifnya kebijakan militer Israel. Sungguh parah.

Jadi hanya ada dua kemungkinan:
Antara Israel memang haus darah rakyat Palestina dan ingin membantai habis rakyatnya,
atau,
Militer Israel tidak strategis, tidak efektif, dan payah.
Kemungkinan kedua bagi saya TIDAK MUNGKIN, duh, lihat saja persenjataannya yang canggih dan diguyur dana dari banyak negara itu. Kok masih saja payah? Kemungkinan yang masuk akal ya kemungkinan pertama, yaitu memang Israel HAUS DARAH.

Oiya, itu yang masalah rakyat keluar rumah untuk mencegah serangan Israel. Apa yang dikatakan jubir Hamas Sami Abu Zuhri terkait itu? Saya salin disini:
“Hal ini mengokohkan sifat kaum pejuang jihad yang mulia, yang mempertahankan hak-hak dan rumah-rumah mereka bertelanjang dada dan dengan darah mereka. Kebijakan penduduk menghadapi pesawat-pesawat tempur Israel dengan bertelanjang dada untuk melindungi rumah-rumah mereka terbukti tepatguna melawan pendudukan. Lebih jauh lagi, kebijakan ini mencerminkan sifat bangsa kita yang berani dan penuh tekad. Kami, Hamas, menyerukan kepada rakyat kami untuk menjalankan kebijakan ini untuk melindungi rumah-rumah Palestina.”
Wah, jadi ini yang anda anggap bahwa Hamas meminta warga sipil untuk menjadi tameng hidup/perisai manusia demi melindungi Hamas?
Sayang sekali, lagi-lagi anda terburu-buru menyipulkan. Saya rasa kesimpulan yang lebih tepat adalah: Warga keluar rumah tanpa disuruh siapapun, termasuk Hamas, lalu Hamas mendukung sikap mereka yang melindungi rumahnya.
Catat: MELINDUNGI RUMAHNYA. Bukan menjadi perisai hidup bagi tentara Hamas. Tolong dong anda perhatikan, warga itu keluar buat melindungi anggota Hamas, atau melindungi rumahnya supaya tidak diserang?
Sampai sekarang, keyakinan anda bahwa Hamas memakai perisai manusia, SALAH dan TIDAK TERBUKTI.
3. Hamas anak asuh Syria dan Iran. Kalo ini saya ga habis pikir. Darimana kesimpulan ini? Setahu saya, Hamas merupakan gerakan yang mengadopsi pemikiran Ikhwanul Muslimin yang sunni, dan mereka sangat mengagumi peran Mesir saat perang Yom Kippur. Sebenarnya secara ideology dan emosional, Hamas lebih dekat ke Mesir. Tapi Syria, Iran? Nah lho….. Kenapa ga Lebanon sekalian? Kan Hamas kerjasama dengan Hizbullah? Betul, Hamas sejak lama menjalin hubungan mesra dengan Iran, Syria, dan Hizbullah di Lebanon. Tapi itu ga serta-merta membuat Hamas menjadi anak asuh mereka kok. Kerjasama ke siapapun boleh kan?
4. Saya agak setuju dengan poin ini. Memng Israel hanya menargetkan Hamas sebagai sasarannya. Dan memang lebih tepat bila dikatakan perang ini adalah antara Hamas dan Israel. Tapi, ada tapinya… Poin ini dibumbui pernyataan anda seperti: “…bagi mereka Hamas mewakili semua orang Palestina, dan Hamas selalu benar dan tanpa salah.” Sebenarnya anda jangan alergi jika ada yang menganggap Hamas sebagai representasi bangsa Palestina. Apa salahnya? Hamas mayoritas di Palestina kok, dan saat ini secara politis merupakan kekuatan politik terbesar di Palestina, walaupun tidak menduduki banyak posisi di semua sektor. Namun sejak rekonsiliasi dengan Fatah, Hamas menjadi faksi terbesar dengan banyaknya menteri Palestina yang berasal dari faksi Hamas, ditambah otoritas Gaza yang dikuasai Hamas. Jadi jika ada sekumpulan masyarakat yang menganggap Hamas sebagai representasi bangsa Palestina (seperti PKS, FUI, FUUI, MIUMI, dan yang tergabung dalam aksi di HI kemarin), itu ga ada masalah kok.
Maka, jika Hamas berkonflik dengan Israel, anda seharusnya paham bahwa konflik tersebut melibatkan sebuah kelompok masyarakat terbesar di Palestina. Sehingga, konflik Hamas-Israel tidak bisa dianggap bukan bagian dari konflik Palestina juga.
5, 6, 7. Wah, ini bahasannya panjang. Tapi singkatnya begini: UUD 1945 menghendaki ENYAHNYA segala penjajahan atas segala bangsa. Sesuai konstitusi Indonesia, Israel WAJIB ENYAH dari bumi Palestina, karena merupakan bentuk penjajahan yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Jika Indonesia sesuai konsekuensi konstitusionalnya tidak mengakui Israel, dan selamanya tidak akan mengakui Israel, maka apa pantas ‘two state solution’ dianggap merupakan solusi internasional? Setidaknya, konstitusi kita sudah jelas sikapnya.
Dan uniknya, sikap Hamas dan Indonesia ternyata sama! Indonesia dengan petunjuk konstitusinya yang berkonsekuensi selamanya tidak akan mengakui Israel, sejalan dan senada dengan piagam deklarasi Hamas yang juga selamanya tidak akan mengakui Israel. Slogan Hamas yang akhir-akhir ini populer: Lan na’tarif bi Israil, Selamanya kami tak akan pernah mengakui Israel, bukankah sejalan dengan konstitusi kita?
SANGAT TIDAK PANTAS seorang warga Indonesia tidak menghormati UUD 1945 dengan mengatakan bahwa solusi Palestina-Israel adalah solusi dua negara hidup berdampingan.
Dua artikel anda cukup menarik, mencoba untuk menyeimbangkan perspektif pembaca dalam memahami konflik Palestina-Israel Tapi cara anda sangat salah, menjatuhkan satu pihak supaya terlihat sama-sama imbang. Sungguh bukan itu caranya. Cukuplah anda pahami konflik Palestina dengan pendalaman bertahun-tahun, dari berbagai sumber, termasuk sumber Palestina. Buka mata dan telinga anda lebar-lebar kepada kedua pihak. Bukan menutup mata dan telinga anda dari satu pihak. Bukan keseimbangan perspektif yang terjadi, tapi sikap yang paradoks disana-sini.
Saudara Opa Jappy, saya akui, saya termasuk golongan yang anda sebut ‘Kaum Pecinta Hamas’, dan saya memohon anda maafkan saya jika ada kesalahan kata atau ungkapan yang tak berkenan. Peace, salaam, shalom. Terima kasih, syukran, todah.
Lo tetosu beshamim azzah ve shamim shelanu!

Selamat Beribadah Puasa Ramadhan 1435 H

Sesuai sidang itsbat pemerintah bahwa 1 ramadhan 1435 H jatuh pada tanggal 29 juni 2014, maka dengan ini saya admin blog ini mengucapkan selamat berpuasa bagi yang muslim.

semoga ramadhan kali ini lebih baik dari ramadhan tahun lalu

semoga amal ibadah kita diterima di sisi Allah SWT, aamiin