Breaking News
Loading...
07 February 2009

Pemilu 2009 Antara Harapan Dan Kekecewaan

Saturday, February 07, 2009
Batas antara harapan dan kekecewaan pada pemilu 2009 kali ini masih samar, karena memang pemilu masih lama, beberapa bulan lagi, tetapi semaraknya sudah terasa ada di mana-mana, ada di jalan-jalan, di media masa dan juga di media elektronik. Warna –warni bendera partai ikut menghiasi semarak pemilu, terutama yang ada di pinggir jalan dan pohon-pohon, mulai merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu, atau kalau disingkat jadi mejikuhibiniu, kaya warna pelangi aja :D. Banyak pilihan kan? Tinggal pilih, ambil dan bawa ke penjahitan, jadi deh celana baru :@.

Suasana di panggung politik nasional pun tidak mau ketinggalan, para bos-bos partai mulai menunjukkan dan menonjolkan keberanian mereka dengan meluncurkan kalimat-kalimat serangan kepada lawan politiknya. Seperti kalimat: mempermainkan rakyat seperti main yoyo, seperti poco-poco dan lain-lain. Atau juga tindakan yang lain, seperti mengkritisi iklan, saling perang melalui iklan, menggaet artis terkenal sampai menunjukkan kepiawaiannya bersilat lidah atau merangkai kata untuk mempertahankan argumennya di media-media nasional, baik itu di televisi melalui debat politik maupun di koran melalui kolom publik.

Baguskah itu? Baikkah itu? Ya, bagus dan baik itu sudah pasti, karena itu adalah salah satu tahapan untuk mencapai target yang sudah disusun sedemikian rapi. Bagaimana dengan masyarakat? Masyarakat mangguk-mangguk tanda setuju dan kekaguman mereka terhadap partai politik tersebut atau malah justru sebaliknya. Tetapi kemudian muncullah aliran kebingungan di masyarakat. Mana yang harus dipilh? Belajar dari pengalaman dan memang sudah menjadi paradigma berfikir mereka bahwa janji hanyalah janji, dan bukti hanyalah mimpi tanpa adanya realisasi. Wajah lama kembali menghiasai layar kaca dan wajah baru kurang dipercaya. Buntut dari kebingungan tersebut adalah golput.

Golput pada pemilu tahun ini, baik yang masih diprediksikan maupun yang sudah terbuktikan, akan terus meningkat, baik itu pemilihan kepala daerah maupun kepala negara nantinya. Sampai-sampai MUI turun tangan mengeluarkan fatwa haram golput dan saya salah satu pendukung fatwa ini, dan saya yakin hal ini untuk kebaikan. Krisis multidimensi seperti inilah yang benar-benar merasuk dan mengakar kedalam hati dan pikiran menjadi paradigma yang susah dirubah, bukan karena tidak bisa tapi karena tidak adanya realita.

Sesuatu yang harus direbut untuk pemilihan pemimpin bangsa Indonesia kali ini bukan banyaknya masa karena masa bisa jadi hanya tipuan mata, bukan pula uang karena uang bisa terus berkurang bahkan bisa menjadi utang, bukan juga nama besar karena terbukti hanya bohong besar, bukan karena banyak sponsor karena pasti ada sesuatu yang disodor, bukan juga janji karena belum teruji.

Kepercayaan. Ya, kepercayaan itulah yang sangat diharapkan dan dibutuhkan oleh masyarakat sekarang di tengah banyaknya himpitan utang, kejahatan, kecelakaan dan bencana alam. Kepercayaan kepada orang yang mampu memikul dan membawa amanah inilah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia demi kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan menuju kejayaan bangsa dan Negara Indonesia ini.

Bagaimana Harapan Anda pada pemilu kali ini?


18 comments:

  1. Sekadar berpesan-pesan. Doa mengelakkan daripada difitnah orang.

    "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang yang kafir." Surah Yunus, ayat 85 dan 86
    View Profile: Rantong

    ReplyDelete
  2. Pemilu...ya.....
    Hm.... ada calon yang diandalkan ..nggak.....?
    keep bloggging..
    have fun...

    ReplyDelete
  3. ;;) liat dulu calon nya deh kalo cakep baru di pilih..soalnya pemilu kali ini udah mirip pentas indonesia idol...hahahaha :))

    ReplyDelete
  4. Saya dukung Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 :d

    ReplyDelete
  5. @All
    Blog ini tidak ikut kontes SEO tentang pemilu
    tapi mungkin saya akan mencobanya :D

    ReplyDelete
  6. ^_^ Mudah-mudahan Allah yang Maha Pemurah mengampuni dosa-dosa bangsa kita. Dan Dia mengkaruniakan kepada kita pemimpian yang adil dan bijaksana

    ReplyDelete
  7. aq setuju dengan rantong tuh....

    ReplyDelete
  8. kayaknya sama saja mas.........selagi orang-orangnya tidak berubah...triknya juga iya

    ReplyDelete
  9. Harapannya pemilu kali ini benar2 bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik... dan semoga menjelang pemilu ini bisa berjalan damai.

    ReplyDelete
  10. Politik ya begitu deh,, segala cara bisa saja dilakukan demi kemenangan..

    keep share bos :D

    ReplyDelete
  11. Hati-hati jangan tertipu senyum di iklan dan poster2..

    ReplyDelete
  12. Wah... semua lagi sibuk menghadapi pemilu nih.

    ReplyDelete
  13. Mengenai golput, saya justru tidak setuju dengan MUI. Kenapa golput di larang larang bahkan di haramkan? Memang, untuk kemaslahatan, katanya, kita harus memilih pemimpin yang bisa membawa negeri ini lebih baik. Sehingga keikutsertaan warga negara dalam memilih pemimpin termasuk bentuk dukungan tercapainya kemaslahatan ini. Saya melihat ini tidak relevan, juga terkesan terlalu menyederhanakan permasalahan.

    Saya kira, masyarakat memilih golput bukan karena ada atau tidak adanya hukum tentang sikap politik tersebut, melainkan karena pemilu belum mampu membawa perubahan yang lebih baik bagi bangsa dan negara. Namun, jika kemudian golput tersebut dimaksudkan untuk meniadakan pemilu, maka hal itu bertentangan dengan hukum agama Islam.

    Sebab, pemilu merupakan upaya untuk menegakkan kekuasaan. Jadi hemat saya, golput tidak perlu di haramkan. Yang perlu mungkin, adalah seruan saja agar masyarakat bisa lebih dewasa dalam berdenokrasi.

    Disisi lain memang, tanpa tidak mengurangi rasa hormat saya, MUI relatif berada dalam ketimpangan. Dalam masalah fatwa rokok misalnya, kenapa ada pembatasan?. Misalnya, hanya anak anak dan wanita yang tidak boleh merokok. Padahal dalam Islam jelas aturan mainnya. Sementara itu, ada juga yang katanya Ulama malah menolak fatwa rokok. Bagaimana ini? Tulisan yang ada disini mungkin bisa memberi pencerahan.

    Sori Ihsan, ini sekedar belajar menjadi pengamat. Hehehehe...

    ReplyDelete
  14. coblos lah dengan bijak..^^

    ReplyDelete
  15. justru sebaliknya. Tetapi kemudian muncullah aliran kebingungan di masyarakat. Mana yang harus dipilh? Belajar dari pengalaman dan memang sudah menjadi paradigma berfikir mereka bahwa janji hanyalah janji, dan bukti hanyalah mimpi tanpa adanya realisasi.

    ReplyDelete
  16. seperti poco-poco dan lain-lain. Atau juga tindakan yang lain, seperti mengkritisi iklan, saling perang melalui iklan, menggaet artis terkenal sampai menunjukkan kepiawaiannya bersilat lidah atau merangkai kata untuk mempertahankan argumennya di media-media nasional,

    ReplyDelete
  17. seperti mengkritisi iklan, saling perang melalui iklan, menggaet artis terkenal sampai menunjukkan kepiawaiannya bersilat lidah atau merangkai kata untuk mempertahankan argumennya di media-media nasional,

    ReplyDelete
  18. Pilpres 2009 - siapa diantaramu
    Pembukaan UUD 1945, telah menegaskan salah satu tujuan pembentukan negeri ini mensejahterakan
    kehidupan bangsa. Setiap kiprah politik haruslah mengalir dalam koridor mensejahterakan, artinya
    koridor konstitusi ini menjadi frame kiprah politik kandidat RI 1 dan RI 2.
    lalu siapa diantaramu yang berjuang untuk semua ini. klik renungan ini.

    ReplyDelete

Komentar Anda mewakili siapa Anda
Be Your Self !

 
Toggle Footer